Kesempatan
Hallo, untuk kalian yang semangatnya low bat. Ini yang aku fikirkan ketika 2 orang temanku yang sedang belajar di kampung inggris harus balik ke kampung halamannya karena bencana gempa palu sekitar 3 minggu yang lalu.
Jujur, aku sekarang lumayan lelah, setelah belajar 3 bulan di test english school pare. Aku kehilangan selera belajar, namun jika dibandingkan dengan 2 orang temanku ini, aku sbenar2 malu. Mereka yang ku tau punya antusias yang jauh lebih besar, harus meninggalkan tempat belajar ini. Padahal mereka pengen belajar guys. Sedangkan aku, yang masih di kasih kesempatan belajar disini, benar2 berat untuk menjalani semangat.
Tentang 2 orang ini, bisa dibilang mereka adalah ketua sekaligus pelayan di tempat kursus kami. kami menyebutnya chief. Mereka bertanggubg jawab ketika kami lapar di tengah malam, mengantarkan kami ke rumah sakit, memfoto copy bahan belajar semua student, mengkoordinir segala instruksi dari mozel. Pernah aku tanya, jam berapa tidur chief? Salah satu diantara mereka jawab jam 2 malam. Tapi, aku liat, mereka nga pernah memperlihatkan setumpuk masalah di fikiran mereka, mereka tetap bernyanyi, tetap have fun bareng kita. Namun ya itu, sayangnya mereka harus balik ke palu, menjadi volountir untuk kampung halaman mereka.
Hal yang aku salutkan dari mereka adalah kesetiaan mereka. Entah kenapa inilah pembelajaran baru yang aku dapatkan dari orang timur. Mereka setia, bisa berteman dari kuliah s.d sekarang. Hal ini cukup berat untuk aku praktikan, karena aku sulit untuk mempunyai teman dekat. Tapi dari sanalah aku belajar kesetiaan.
Untuk kedepannya, aku berharap mereka segera balik ke kampung inggris untuk belajar, kenapa? Karena mereka harus melanjutkan mimpi mereka. Bagiku mereka adalah oranh2 hebat, tangguh, dan baik sekali. Sehingga mereka berhak untuk sukses.
Hallo, untuk kalian yang semangatnya low bat. Ini yang aku fikirkan ketika 2 orang temanku yang sedang belajar di kampung inggris harus balik ke kampung halamannya karena bencana gempa palu sekitar 3 minggu yang lalu.
Jujur, aku sekarang lumayan lelah, setelah belajar 3 bulan di test english school pare. Aku kehilangan selera belajar, namun jika dibandingkan dengan 2 orang temanku ini, aku sbenar2 malu. Mereka yang ku tau punya antusias yang jauh lebih besar, harus meninggalkan tempat belajar ini. Padahal mereka pengen belajar guys. Sedangkan aku, yang masih di kasih kesempatan belajar disini, benar2 berat untuk menjalani semangat.
Tentang 2 orang ini, bisa dibilang mereka adalah ketua sekaligus pelayan di tempat kursus kami. kami menyebutnya chief. Mereka bertanggubg jawab ketika kami lapar di tengah malam, mengantarkan kami ke rumah sakit, memfoto copy bahan belajar semua student, mengkoordinir segala instruksi dari mozel. Pernah aku tanya, jam berapa tidur chief? Salah satu diantara mereka jawab jam 2 malam. Tapi, aku liat, mereka nga pernah memperlihatkan setumpuk masalah di fikiran mereka, mereka tetap bernyanyi, tetap have fun bareng kita. Namun ya itu, sayangnya mereka harus balik ke palu, menjadi volountir untuk kampung halaman mereka.
Hal yang aku salutkan dari mereka adalah kesetiaan mereka. Entah kenapa inilah pembelajaran baru yang aku dapatkan dari orang timur. Mereka setia, bisa berteman dari kuliah s.d sekarang. Hal ini cukup berat untuk aku praktikan, karena aku sulit untuk mempunyai teman dekat. Tapi dari sanalah aku belajar kesetiaan.
Untuk kedepannya, aku berharap mereka segera balik ke kampung inggris untuk belajar, kenapa? Karena mereka harus melanjutkan mimpi mereka. Bagiku mereka adalah oranh2 hebat, tangguh, dan baik sekali. Sehingga mereka berhak untuk sukses.
Komentar
Posting Komentar